Perspektif Wacana dan Bahasa di dalam Kitab Kuning Meskipun sangat variatif namun secara kandungan maknanya seluruh kitab kuning yang jamak dijadikan referensi pada pesantren-pesantren dapat dibagi menjadi dua, yaitu : kitab yang menyajikan wacana keilmuan secara polos (naratif) seperti tarikh (sejarah), tafsir (perspektif) dan lain sebagainya. Dan yang kedua adalah kitab yang berisi kaidah-kaidah keilmuan seperti nahwu, ushul fiqh, mustholah hadits dan lain-lain.Dari perspektif kadar deskripsi, kedua kelompok besar di atas diklasifikasikan ke dalam tiga kualisifikasi, yaitu: pertama, kitab yang disusun secara ringkas (mukhtashor) yang hanya menyajikan pokok-pokok masalah yang disajikan baik dalam bentuk nazhom maupun ulasan (atsar). Kedua, kitab yang dalam pembahasan materinya tidak terlalu ringkas juga tidak panjang lebar (mutawasithoh). Ketiga, kitab yang disajikan secara panjang lebar dan meluas dengan sejumlah argumentasi (hujjah) yang menguatkan atas pembahasan yang disajikan.Dari sudut pandang kreativitas penulisan kitab dan penyajian wacana, materi kitab kuning dibagi menjadi tujuh klasifiasi, yaitu:Pertama, kitab-kitab yang mengangkat gagasan-gagasan baru yang sebelumnya belum pernah ditemukan pada penulis (mushonif) sebelumnya, seperti kitab ar-risalah karya Imam Syafi’I,
Arsip untuk Januari, 2008

Perspektif Wacana dan Bahasa di Dalam Kitab Kuning
25 Januari 2008Ditulis dalam Komunitas Alumni Ponpes Al Mubarok Malang | Leave a Comment »

Halo dunia!
25 Januari 2008Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Ditulis dalam Komunitas Alumni Ponpes Al Mubarok Malang | 1 Komentar »


