bang-ugong

utawi rukune Islam,  iyo iku ana limang perkara.

kaping pisan maca syahadat loro..

kaping pindo sholat limang wektu…

……………

Pujian seperti ini sangat akrab ditelinga kita apabila waktu-waktu sholat akan dimulai baik pada masjid maupun musholla (langgar) yang ada di seantero Rimbo Bujang.  Lalu bagaimana sich sebenarnya hukum syari’at memandang pujian itu. Menurut Jumhur Ulama Indonesia hukum membaca dzikir dan syair sebelum pelaksanaan shalat berjama’ah, adalah perbuatan yang baik dan dianjurkan. Anjuran ini bisa ditinjau dari beberapa sisi.

Pertama, dari sisi dalil, membaca syair di dalam masjid bukan merupakan sesuatu yang dilarang oleh agama. Pada masa Rasulullah SAW, para sahabat juga membaca syair di masjid. Dalam sebuah hadits:

عَنْ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ قَالَ مَرَّ عُمَرُ بِحَسَّانِ بْنِ ثاَبِتٍ وَهُوَ يُنْشِدُ فِيْ الْمَسْجِدِ فَلَحَظَ إلَيْهِ فَقَالَ قَدْ أنْشَدْتُ وَفِيْهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ ثُمَّ الْتَفَتَ إلَى أبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ أسَمِعْتَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ أجِبْ عَنِّيْ اَللّهُمَّ أيَّدْهُ بِرُوْحِ اْلقُدُسِ قَالَ اَللّهُمَّ نَعَمْ

Dari Sa’id bin Musayyab, ia berkata, “Suatu ketika Umar berjalan kemudian bertemu dengan Hassan bin Tsabit yang sedang melantunkan syair di masjid. Umar menegur Hassan, namun Hassan menjawab, ‘aku telah melantunkan syair di masjid yang di dalamnya ada seorang yang lebih mulia darimu.’ Kemudian ia menoleh kepada Abu Hurairah. Hassan melanjutkan perkataannya. ‘Bukankah engkau telah mendengarkan sabda Rasulullah SAW, jawablah pertanyaanku, ya Allah mudah-mudahan Engkau menguatkannya dengan Ruh al-Qudus.’ Abu Hurairah lalu menjawab, ‘Ya Allah, benar (aku telah medengarnya).’ ” (HR. Abu Dawud [4360] an-Nasa’i [709] dan Ahmad [20928]).

Meogomentari hadits ini, Syaikh Isma’il az-Zain menjelaskan adanya kebolehan melantunkan syair yang berisi puji-pujian, nasihat, pelajaran tata krama dan ilmu yang bermanfaat di dalam masjid. (Irsyadul Mu’minin ila Fadha’ili Dzikri Rabbil ‘Alamin, hlm. 16).

Kedua, dari sisi syiar dan penanaman akidah umat. Selain menambah syiar agama, amaliah ini merupakan strategi yang sangat jitu untuk menyebarkan ajaran Islam di tengah masyarakat. Karena di dalamnya terkandung beberapa pujian kepada Allah SWT, dzikir dan nasihat.

Ketiga, dari aspek psikologis, lantunan syair yang indah itu dapat menambah semangat dan mengkondisikan suasana. Dalam hal ini, tradisi yang telah berjalan di masyarakat tersebut dapat menjadi semacam warming up (persiapan) sebelum masuk ke tujuan inti, yakni shalat lima waktu.

Manfaat lain adalah, untuk mengobati rasa jemu sembari menunggu waktu shalat jama’ah dilaksanakan. Juga agar para jama’ah tidak membicarakan hal-hal yang tidak perlu ketika menunggu shalat jama’ah dilaksanakan.

Dengan beberapa alasan inilah maka membaca dzikir, nasehat, puji-pujian secara bersama-sama sebelum melaksanakan shalat jama’ah di masjid atau di mushalla adalah amaliah yang baik dan dianjurkan. Namun dengan satu catatan, tidak mengganggu orang yang sedang melaksanakan shalat. Tentu hal tersebut disesuaikan deogan situasi dan kondisi masing-masing masjid dan mushalla masing-masing.

Sumber:
KH Muhyiddin Abdusshomad
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Ketua PCNU Jember

(www.nu.or.id)

About these ads

About Sugeng Riyadi, SE, M.S.I

Pemuda kelahiran Rimbo Bujang 23 juli 1981 ini merupakan alumni Univ. Islam Malang dan sedang meretas pendidikan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sangat mencintai Rimbo Bujang dan memiliki respek yang tinggi terhadap perjuangan Ekonomi Islam.

6 responses »

  1. hasim mengatakan:

    assalamualaikum wr.wb.
    salam kenal
    pujian kan banyak ragamnya tolong dong tulis biar yg g nyantri ini juga bisa.http://hasimpci.wordpress.com

  2. Sugeng Riyadi Syamsudien, SE, M.S.I mengatakan:

    …aku sekarang di Purwokerto, ngajar di STAIN Purwokerto. Calon istriku juga dari kota ini jadi ya.. nampaknya aku akan mukim di sini. Taz.. Gus Mamik kemarin baru punya putra, doi istrinya orang denpasar di kampung jawa. di sana dia megang pondok juga. mbok silaturahim ya sama gus mamik (adiknya gus inun itu lho..)..

  3. Sugeng Riyadi, SE mengatakan:

    Hallo Taz.. Masih eling to, gimana sih?! Pean sekarang dimana posisinya, masih di Unej? :-)

  4. kambali zutas mengatakan:

    Bagus dan perlu dilestarikan. Syekh bagaimana kabarnya? Kalau masih ingat kepada yang saya… Santri Al Mubarok Malang ya???
    Sukron Kasir, Ma

  5. Sugeng Riyadi, SE mengatakan:

    Ayo monggo.. siapa yang mau komentar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s