… rimbo bujang kala senja; apa yang biasanya kau lakukan sahabat?. Saat anak bumi itu jauh dari jangkauan matamu. Apa yang biasanya kau lakukan sahabat?.. duduk manis diberanda rumah sembari melihat lalu-lalang motor dan mobil yang berhamburan? Atau justru asyik bersama teman sebayamu memainkan si kulit bundar di lapangan volly?. Atau justru kau masih asyik masyuk ditengah rawa sembari menunggui hasil pancinganmu pada lele-lele jinak yang bersembunyi dibawah medan gambut itu? Atau.. uff, kau masih berjibaku diladang-ladang karet?; bergemul dengan angin senja, denging nyamuk dan sesekali bingar jerit siamang yang melolong bersahutan. Ah rimbo bujang.

Saat kau jauh dari bumi itu; maka seketika kerinduanmu akan segera membunuhmu.
Read the rest of this entry ?
Arsip untuk Juni, 2009

Gerakan ZISWAQ dan Revivalisasi Ekonomi Partisipatif
26 Juni 2009Oleh: Sugeng Riyadi Syamsudien, SE
Pendahuluan
Diskursus seputar partisipasi rakyat dalam kontruksi ekonomi negara adalah term yang senantiasa populer di dalam perhelatan madzhab kenegaraan. Peran serta rakyat di dalam pembangunan ekonomi suatu negara, digunakan oleh banyak kalangan sebagai suatu parameter untuk menakar keberhasilan negara di dalam sistem ekonominya. Dus, berangkat dari premis di atas maka terbentuklah aksioma mengenai relasi inheren dan kongruen antara partisipasi masyarakat dalam ekonomi negara dengan kemakmuran negara itu sendiri.
Terdapat beberapa term yang penting untuk diungkap guna merabuki partisipasi rakyat marginal dalam tata rumah tangga ekonomi Indonesia. Pertama; term tata nilai dan paradigma sistem ekonomi yang diterapkan. Kedua; bidang stimulasi ekonomi praksis kerakyatan dan, yang ketiga; goodwill dari pemerintah. Dalam hal ini akan dilihat bagaimana membangkitkan basis-basis potensi yang selama ini dibiarkan mengendap di masyarakat.
Read the rest of this entry ?

Angin dan Matahari
26 Juni 2009

… hari-hari ini terasa sepi. Tak lebih bagai berdiam ditengah belukar pemakaman umum Krapyak sana. Aku ingin pergi dari kesunyian ini, namun harus kemana?. Kekasihku pulang. Denyut pikiranku menyeret inginku untuk beralih dari kamar ini. Kakiku pun seolah berdiri di atas bara api, ia seolah mengajakku beranjak dari ruang ini. Namun harus kemana kumembawa diri?.
Read the rest of this entry ?









