Tak Berkategori

“KONSEP DASAR AKIDAH”: Materi Akidah Islamiyyah


A. Pendahuluan
Islam merupakan agama yang ajarannya fenomenal. Sebagai sebuah rujukan kehidupan manusia, Islam terbukti menjangkau seluruh tema-tema kehidupan nyata. Bagaikan oase, ajaran Islam telah memenuhi rasa haus para kaum Ulama dan akademisi akan rasa keingin-tahuannya terhadap makna hidup dan mekanismenya.

Sebagai ajaran yang inklusif, Islam secara ilmiah dapat dilihat dan dinilai dari sudut manapun. Sebaliknya, di lain pihak ajaran Islam dinilai layak dijadikan sebagai perspektif dan wacana dialektika . Singkatnya adalah bahwa Islam bukan hanya berkedudukan sebagai obyek beku namun lebih pada kemampuannya sebagai model berfikir. Salah satu cabang keilmuan yang kemudian berkembang dikalangan Ulama dan cendekiawan adalah ilmu kalam dan ilmu filsafat sebagai suatu perspektif atau visi. Hal ini penting, karena pada perkembangannya sejumlah kalangan nyaris mengidentikan kedua cabang keilmuan tersebut lantaran kesamaan misi yang dikandung kedua keilmuan tersebut. Dalam hal ini adalah bagaimana seseorang hamba menemukan suatu kebenaran hakiki sebagai keyakinan trasendentalnya.
Makalah ini disusun guna mencari urat nadi pembahasan Akidah Islamiyyah. Ini diperlukan guna membentuk fundamen pemahaman tentang akidah bagi para kaum akademisi dan awam selama ini.
B. Pengertian Akidah Islamiyyah dan Ruang Lingkupnya
Secara etimologis, akidah berasal dari bahasa Arab ‘aqada bentuk jamaknya adalah aqaa’id yang berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh . Dari pokok kata ini kemudian diangkat sebagai pembawa makna keyakinan.
Menurut pemahaman terminologis, Syaikh Thahir bin Saleh al-Jazairi dalam kitab Jawahirul Kalamiyyah mendefinisikan tentang Akidah Islamiyyah ini sebagai :
العقدة الاسلامية هى الامور التى يعتقدها اهل الاسلام اى يجرمون بصحتها
“Akidah Islamiyyah adalah beberapa perkara yang diyakini oleh pemeluk Islam, yang mana mereka membenarkannya dengan mantap”.

Sedangkan Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairy menuturkan sebagai berikut:
“Akidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum (aksioma) oleh manusia berdasarkan akal, wahyu dan fitrah. (Kebenaran) itu dipatrikan (oleh manusia) di dalam hati (serta) diyakini kesahihan dan keberadaannya (secara pasti) dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.”
Sebagai suatu bidang ilmiah, Akidah Islamiyyah memiliki ruang lingkup pembahasan yang luas. Ini merupakan penggalian atas rukun Islam itu sendiri. Ruang lingkup Akidah Islamiyyah meliputi:
1. Iman kepada Allah SWT, ini meliputi upaya meyakini eksistensi Allah SWT dengan mempelajari dan mengenal-Nya melalui; dzat, asma’, sifat (karakteristik) dan af’al (perbuatan-Nya). Titik tekan yang paling utama adalah pada sifat-Nya yang berupa karakteristik Allah SWT. Dari sifat ini umat Islam akan dengan mudah mengidentifikasikan sesuatu itu tergolong sebagai khaliq (pencipta) atau makhluq (yang dicipta). Dalam hal ini pembahasan akan dipisah garis dikotomi yang tegas antara sifat wajib dan sifat yang mustahil bagi Allah SWT.
2. Iman kepada Malaikat, pembahasan ini meliputi defenisi malaikat dan ragam tugas-tugasnya. Pembahasan juga akan melingkupi diskursus mengenai kemungkinan manusia untuk melihat wujud malaikat.
3. Iman kepada kitab-kitab Allah SWT. Pembahasan kitab suci adalah suatu wacana interkoneksi dengan sejumlah ilmu-ilmu lainnya, ilmu sejarah misalnya. Dengan menelusuri keimanan kepada kitab, seorang muslim akan diajak turut merunut kenyataan bahwa Al-Qur’an adalah kitab pamungkas yang paling agung. Ia adalah mukjizat terakbar dalam sejarah literatur sakral dunia.
4. Iman kepada para Rasul. Guna menyakini eksistensi para Rasul umat Islam dapat merumuskannya dengan terlebih dahulu mengetahui karakteristik (sifat) sebagai kualifiasi Rasul itu sendiri. Hal ini meliputi sifat wajib, sifat mustahil dan sifat ja’iznya.
5. Iman kepada hari akhir atau kiamat. Hari akhir atau kiamat yang dimaksud adalah hancurnya seluruh alam semesta di bawah titah Allah SWT. Pembahasan hari kiamat juga akan mencakup tentang fase-fase penting yang akan dialami oleh seluruh umat manusia. Fase-fase tersebut antara lain adalah adanya yaumil ba’ats (hari kebangkitan setelah kematian masal umat manusia), yaumil hisab (hari perhitungan amal), penitian atas jalur shirat (jembatan yang membentang di antara syurga dengan terminal perhitungan amal, dimana di bawah bentangan tersebut tergelarlah samudera neraka).
Pembahasan hari kiamat dan alam setelahnya adalah wacana luas yang meliputi pembahasan-pembahasan tingkatan neraka dan syurga, nasib kaum kafirin dan fasiqin serta umat yang selamat mencapai syurga.
Pada sisi pendahuluan, umat Islam biasanya juga akan diajak guna turut mengenal pertanda-pertanda awal ketika hari Kiamat akan datang. Hal ini penting ditegaskan, sebab bagaimanapun umat Nabi Muhammad adalah umat akhir zaman yang paling dekat dalam menyambut kehancuran semesta.
C. Cabang-Cabang I’tiqad yang Berkaitan dengan Akidah Islamiyyah
Selain membahas permasalahan yang berkaitan dengan rukun iman, akidah Islamiyyah juga mencakup pembahasan peristiwa-peristiwa penting yang bersinggungan dengan keimanan seseorang. Artinya bahwa keimanan seseorang akan batal ketika mengingkari hal-hal tersebut.
Pengingkaran yang berpotensi membatalkan iman seseorang adalah mengenai peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad SAW. Isra’ Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram atau Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Dari bumi Palestina Nabi Muhammad SAW diperjalankan menuju Sidhratul Muntaha atau Arasy guna beraudensi dengan Allah SWT. Puncaknya adalah misi pensyari’atan ibadah sholat lima waktu bagi umat Islam hingga akhir zaman.
Wacana lainnya yang menjadi ruang pembahasan adalah masalah kemampuan manusia untuk melihat langsung kepada Allah SWT kelak di syurga. Hal ini adalah tema krusial dan kontroversial yang menjadi perdebatan kalangan Ulama Kalam selama berabad-abad lamanya. Setiap sekte teologi yang berkembang dalam Islam memiliki pendapat berbeda menyikapi masalah ini.
Pembahasan pokok lainnya di dalam akidah Islamiyyah adalah permasalah Mujtahid dan Mukhalid. Mujtahid menurut Syaikh Thahir bin Saleh al-Jazairi adalah adalah orang yang menguasai sebagian besar kaidah syari’at dan nash-nashnya . Sehingga seorang Mujtahid memungkinkan guna menggali dan menemukan maksud-maksud pensyari’atan suatu hukum agama. Meski ini merupakan wilayah ilmu fikih, namun menjadi hal yang integral di dalam ranah Akidah. Mujtahid adalah sosok sentral yang paling bertanggungjawab menafsirkan dan menanggung akibat atas keputusan suatu konsep hukum yang digagasnya. Sedangkan Mukhalid adalah masyarakat umum umat Islam yang mengikuti pendapat Mujtahid. Meski demikian Mukhalid dibagi menjadi beberapa klasifikasi, dari yang paling awam hingga yang telah mapan pemikirannya. Dalam hal ini selama belum mencapai derajat Mujtahid.

D. Kesimpulan
Akidah Islamiyyah adalah suatu cabang keilmuan terapan yang wajib diketahui dan dipahami oleh seluruh umat Islam. Sebagai pengajaran akan pokok keimanan yang membentuk mentalitas dan keyakinan, maka akidah Islamiyyah akan berpengaruh menggerakkan seseorang untuk lebih bersemangat di dalam upaya mengisi hidupnya sebagai bekal menempuh perjalanan setelah masa kematiannya.

E. Referensi
M. Warsun Munawwir, Kamus al-Munawwir, (Surabaya: , 1984).

Thahir bin Saleh al-Jazairi, Terjemah Jawahir Kalamiyah, terj. (Surabaya: Al-Hidayah, t.t).
Amin Abdullah, Falsafah Kalam di Era Post Modernisme, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009)

About these ads
Standar

6 thoughts on ““KONSEP DASAR AKIDAH”: Materi Akidah Islamiyyah

  1. salam…cukup menarik utk introduksi ilmu akidah kepada kalangan awam umat Islam. ingin nanya dua hal mas:

    1. ke mana rukun iman no 6? ilang ya?:D:D

    2. mukholid>>> ini sama dengan muqollid??

    makasih mas…..:)

  2. komhadi yusuf berkata:

    Islam memang agama yg rahmatan lilalamin mas…tapi pengikutnya sendiri yg belum benar2 memahahi ajaran agamanya…yah selama ini ajaran Islam baru sebatas di laksanakan tapi belum benar2 di pahami dan di kaji secara mendalam…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s