h1

Komunitas Tinggi Pesantren

Sekilas membaca judul di atas mungkin anda akan menyangka komunitas ini adalah sekumpulan para santri atau ustadz senior di lembaga-lembaga pendidikan Islam, suatu komunitas yang memiliki daya intelektual mumpuni di kalangan santri. Ups.. Ternyata anda keliru. Tinggi yang dimaksud di sini adalah salah satu kelompok serangga yang dalam bahasa latin disebut juga tumbila, kepinding, atau dalam istilah medisnya dikenal sebagai Cimex Lectularis. Dalam etimologi Jawa tinggi di sebut juga bangsat, suatu istilah yang kemudian biasa dijadikan sebagai ucapan makian.
Tinggi alias Bangsat bin cimex lectularius

Tinggi alias Bangsat bin cimex lectularius Belum ada penelitian yang mendalam di seputar makhluk menjijikan ini sebelumnya, baik dalam disiplin biologi, sejarah, ekonomi, linguistik, kesehatan maupun metafisika. Yang pasti komunitas biologis ini telah ada jauh sebelum perang dunia. Serangga (bug) ini juga telah menembus batas geografis benua, bahkan terdapat cerita adanya penundaan penyerangan serdadu sekutu (NATO) pada negara Jerman akibat merajalelanya binatang ini dikamp tentara Amerika.

Bangsat mempunyai kebiasaan menghisap darah pada malam hari atau ditempat gelap. Selain meninggalkan bekas gigitan yang sangat gatal, bangsat sebagai binatang penghisap darah tidak tertutup kemungkinan bangsat ini berperan dalam penularan beberapa penyakit seperti kudis (gudik), infeksi kulit, hepatitis bahkan HIV, walaupun untuk jenis yang terakhir ini belum ada riset dan laporan resminya.

Santri mana yang tidak mengenal tinggi?. Pesantren seolah ladang subur bagi pembiakan serangga ini. Dengan pola hidup yang irregular, kotor dan lembab seolah menjadi surga bagi sekumpulan insektisida penghisap darah; sebut saja nyamuk, tinggi maupun vampir (heee…yang terakhir ini rasanya ndak yach?!).

Di pesantren-pesantren tradisional selama ini terkesan kurang memperhatikan tips Nabi SAW yang menyatakan bahwa kebersihan sebagian dari pada Iman juga dogma akal sehat berada di dalam fisik yang sehat. Selama ini terdapat pameo menyesatkan yang menyebutkan bahwa keberadaan tinggi merupakan hal yang lumrah di pesantren, padahal mitos ini tidak dapat pertanggungjawabkan dengan disiplin ilmiah manapun. Tentu, tinggi adalah permasalahan bersama kalangan pesantren. Sebagai hama dan penyebab sejumlah penyakit menular maka pemberantasan tinggi adalah salah satu jihad menegakkan sunnah Nabi SAW, dukungan terhadap program Depkes RI dan melindungi diri anda sendiri dari penyakit menular dari orang-orang sekeliling anda.

Bagaimana Memberantas Tinggi.
Sebagaimana serangga lainnya, tinggi dapat dibasmi dengan sejumlah kiat-kiat berikut ini:
1. Bersihkan dan rapikan kamarmu, hiduplah secara bersih dan sehat.
2. Sebar kamper di lemari dan tempat-tempat yang di perkirakan bangsat bisa bersembunyi.
3. Semprotkan dikawasan yang anda duga sebagai basis pertahanan bangsat ini dengan racun serangga yang tidak membahayakan, seperti baygon, hit maupun ddt.
4. Melakukan usulan pengasapan (fogging) yang selalu dijadwalkan oleh departemen kesehatan ri.
5. Bunuhlah setiap bangsat yang anda temui di bagian kamar manapun; lemari, kasur, baju, buku (jangan sampai makhluk kecil ini ndompleng saat kuliah maupun saat gaul sama teman-teman.. Malu dong ah).
6. Hubungi call bangsat exterminator pada hot line 085228334654 dengan tarif premium.

Sumber:
• Media Indonesia Online
• Rimbobujang.wordpress.com
• Yudhi.dagdigdug/2008/08/10/bangsat

3 komentar

  1. jadi tinggi itu benar2 ada ya? ini mungkin senjata sebagai serangan amerika kepada kalangan pesantren.


  2. Kang Rimbo Bujang Bgmana Nge Bunuh Paling Dahsyat untuk tumbila or bangsaaat


  3. kang rimbobujang kenapa sih hewan tersebut kok malah lebih populer jadi ungkapan memaki, sejarahnya gimana kang ?



Tinggalkan sebuah Komentar