Suatu ketika ada kejadian menarik yang dialami Penulis, saat seorang mahasiswa semester akhir di salah satu Universitas negeri terkenal di kota Yogyakarta disertai dengan dua temannya mendatangi Penulis guna turut terlibat di dalam upaya mendirikan khilafah islamiyyah (Negara Islam) di Indonesia. Pemuda ini terlihat begitu antusias dengan semangat ’45 di dalam menyampaikan maksudnya itu, hal ini terlihat bagaimana ia menjelaskan panjang lebar tentang khilafah Islamiyyah dihadapan Penulis dengan disertai dalil-dalil agama.
Baca entri selengkapnya »

Mencari “Khilafiyyah” Islamiyyah di Pesantren
20 Juli 2009
Paham Aswaja Eksis karena Menghindari Politik Praktis
16 Juli 2009
Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) eksis atau masih banyak dianut umat Islam sampai kini karena paham tersebut menghindari politik praktis. Aswaja muncul, sebagaimana dirumuskan Imam Abu Hasan Al Asy’ari, hanya untuk menjaga kemurnian ajaran Islam.
Demikian dijelaskan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, saat berbicara pada sebuah forum diskusi di Jakarta, Rabu (15/7) kemarin.
Tidak adanya perhatian Aswaja pada bidang politik praktis, kata Kang Said—panggilan akrabnya, dapat dibuktikan pada kitab-kitab fikihnya. “Dalam kitab-kitab fikih Aswaja, tidak ada pembahasan tentang kepemimpinan politik,” katanya.
Hal itu berbeda dengan paham Islam lainnya seperti Syiah, Muktazilah dan Khawarij. Pada ketiga paham tersebut, mesti terdapat sedikit atau banyak konsep atau pembahasan tentang politik praktis, terutama konsep “imamah” atau kepemimpinan politik.
“(dalam paham) Syiah, Muktazilah atau Khawarij, pasti ada satu pasal sendiri yang membicarakan imamah dalam arti politik. Kalau Aswaja, ada konsep imamah tapi sebatas dalam imam solat,” papar alumnus Universitas Ummul Qura, Mekah, Arab Saudi, itu.
Baca entri selengkapnya »

Gerakan ZISWAQ dan Revivalisasi Ekonomi Partisipatif
26 Juni 2009Oleh: Sugeng Riyadi Syamsudien, SE
Pendahuluan
Diskursus seputar partisipasi rakyat dalam kontruksi ekonomi negara adalah term yang senantiasa populer di dalam perhelatan madzhab kenegaraan. Peran serta rakyat di dalam pembangunan ekonomi suatu negara, digunakan oleh banyak kalangan sebagai suatu parameter untuk menakar keberhasilan negara di dalam sistem ekonominya. Dus, berangkat dari premis di atas maka terbentuklah aksioma mengenai relasi inheren dan kongruen antara partisipasi masyarakat dalam ekonomi negara dengan kemakmuran negara itu sendiri.
Terdapat beberapa term yang penting untuk diungkap guna merabuki partisipasi rakyat marginal dalam tata rumah tangga ekonomi Indonesia. Pertama; term tata nilai dan paradigma sistem ekonomi yang diterapkan. Kedua; bidang stimulasi ekonomi praksis kerakyatan dan, yang ketiga; goodwill dari pemerintah. Dalam hal ini akan dilihat bagaimana membangkitkan basis-basis potensi yang selama ini dibiarkan mengendap di masyarakat.
Baca entri selengkapnya »

Angin dan Matahari
26 Juni 2009

… hari-hari ini terasa sepi. Tak lebih bagai berdiam ditengah belukar pemakaman umum Krapyak sana. Aku ingin pergi dari kesunyian ini, namun harus kemana?. Kekasihku pulang. Denyut pikiranku menyeret inginku untuk beralih dari kamar ini. Kakiku pun seolah berdiri di atas bara api, ia seolah mengajakku beranjak dari ruang ini. Namun harus kemana kumembawa diri?.
Baca entri selengkapnya »






