Tak Berkategori

IRONI MONOPOLIME KARET DAN KELAPA SAWIT RIMBO BUJANG


 Pendahuluan

Wacana ini digulirkan berkaitan dengan kondisi masyarakat Rimbo Bujang dewasa ini, khususnya dalam kontek perekonomian yang bersumber dari produksi karet dan kelapa sawit. Apabila diperhatikan secara seksama dengan nurani, pasti akan timbul keprihatinan atas kesenjangan yang secara mencolok tercipta di kawasan Kabupaten Tebo ini. Dalam hal ini khususnya tingkat ekonomi yang terbangun antara para petani karet dan kelapa sawit dengan para tengkulak sebagai pembeli utama dua komoditas tersebut.

Sudah menjadi suatu pemandangan umum, bahwa tingkat perekonomian para tengkulak karet dan kelapa sawit secara umum terlihat di atas rata-rata dengan pertumbuhan yang melejit sementara tingkat perekonomian para petani terlihat lamban dalam pertumbuhannya. Sebagian masyarakat mungkin menganggap bahwa keadaan ini merupakan suatu hal yang lumrah, namun apabila kita perhatikan secara seksama sebenarnya terdapat sejumlah keganjilan dalam fenomena tersebut. Tulisan ini akan mengungkap beberapa sistem perdagangan monopolisme yang kemudian dipraktekkan oleh para tengkulak dalam usahanya guna memperkaya diri meskipun kemudian ternyata merugikan para petani karet dan kelapa sawit secara umum. Sekaligus kita akan melihat berbagai sistem perdagangan yang diterapkan kepada para petani ternyata memberikan andil yang besar dalam rangka menciptakan ‘kemiskinan’ sistematis terhadap para petani. Ironi ini kemudian berdampak negatif ke sejumlah bidang-bidang kemasyarakatan yang lain, seperti politik, keagamaan dan budaya asli para petani yang sejatinya merupakan pendatang dari berbagai provinsi di pulau Jawa.

Sebagai upaya penyadaran dan edukasi bagi para petani, tulisan ini mencoba mengeksplor sejumlah informasi dan data empiris yang ada. Sehingga diharapkan kemudian para petani karet dan kelapa sawit dapat mencapai kemakmuran proporsional sebagai hasil jerih payahnya setelah selama berpuluh-puluh tahun berjibaku dilahan perkebunan komoditi ekspor ini. Hal ini penting, mengingat setelah kawasan Rimbo Bujang setelah selama hampir 25 tahun setelah melewati sejumlah masa-masa sulit paska transmigrasi, kini putera puteri para petani tersebut banyak yang telah mengecap jenjang pendidikan tinggi di berbagai kota besar di Indonesia. Sehingga diharapkan sebagai second generations ini kemudian dapat membenahi sistem perdagangan monopolis yang telah merugikan petani selama 15 tahunan ini dapat dibenahi dengan sejumlah amal nyata yang berbasis keadilan dan kemakmuran. Tentu, sekecil apapun upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kewajiban bagi setiap generasi terpelajar dikawasan Rimbo Bujang sehingga memberikan kontribusi konstruktif bagi peradaban Rimbo Bujang di masa yang akan datang.

 

Standar

11 thoughts on “IRONI MONOPOLIME KARET DAN KELAPA SAWIT RIMBO BUJANG

  1. wsebaiknya kelompok tani usahakan bikin PKS, jadi ngga tergantung PKS besar yang menekan harga, tapi PKS tersebut harus saling memiliki dan win win solution dalam penentuan harga dasar TBS min 10 tahun. kalau tidak siapa mau berpartisipasi bikin PKS ?

  2. TURINO berkata:

    Saya sebagai putra Rimbo Bujang tentu sangat prihatin dengan keadaan sekarang ini, di mana para petani karet dan sawit hampir tiap hari banting tulang demi mendapatkan sesuap nasi,tergantung dari perkebunan karet dan sawit, tapi apa yang di rasakan masyarakat sekarang ini harga getah dan buah sawit tidak menentu tidak sebanding apa yang mereka korbankan. pada saat seperti ini di mana peran wakil rakyat,tidak sebanding pada saat akan menghadapi pemilu mereka rela blusukan sampai kepelosok2, tapi pada saat rakyat membutuhkan mereka sibuk dengan acaranya sendiri-sendiri….prihatin…….saya sebagai putra rimbo bujang tetap berharap Rimbo kedepanya lebih maju jangan hanya fisiknya saja yg di bangun tapi juga SDMnya………

    • Sugeng Riyadi Syamsudien, SE, M.S.I berkata:

      ..satu yang harus saudara yakini adalah bahwa keprihatinan tersebut tidak ditanggung sendiri. Namun demikian tentulah kita wajib berikhtiar untuk mencari suatu model perdagangan yang fair dikalangan masyarakat RB. Tentu saya sangat menaruh harapan bagi para mahasiswa dan pemilik modal untuk merealisasikan balance trading ini. Thanks Mas Turino.😀

    • PALAKHI.SKM berkata:

      Memang betul itu, para petani yang sudah banting tulang seakan tak berdaya dengan permainan para tengkulak yang memberikan harga terkadang semaunya sendiri. Kedepan saya sebagai orang rimbo asli juga berharap kepada anak muda yang terdidik untuk menyikapi hal ini,. Buatlah semacam gebrakan dari anak muda terdidik ini untuk mengangkat perekonomian para petani terutama dalam hal standar harga karet dan sawit yang menjadi komoditas sebagian besar petani Rimbo Bujang

  3. untuk melengkapi kebutuhan sarana bagi kelengkapan perkebunan kelapa sawit kami dari asosiasi tani organik nusantara (astonusa) menawarkan produk baru berupa jaring pengaman buah kelapa sawit yang bisa digunakan saat pemanenan agar buah tidak jatuh ketanah sehingga tetap terjaga kualitas buah atau sebagai pengaman hasil panen yaitu sebagai penutup bak truk yang mengangkut hasil panen sehingga memungkinkan hasil panen tidak terjatuh saat diperjalanan. ahmadyusuf81@gmail.com. 0285 797 2992 / 085640835825

  4. untuk melengkapi kebutuhan sarana bagi kelengkapan perkebunan kelapa sawit kami dari asosiasi tani organik nusantara (astonusa) menawarkan produk baru berupa jaring pengaman buah kelapa sawit yang bisa digunakan saat pemanenan agar buah tidak jatuh ketanah sehingga tetap terjaga kualitas buah atau sebagai pengaman hasil panen yaitu sebagai penutup bak truk yang mengangkut hasil panen sehingga memungkinkan hasil panen tidak terjatuh saat diperjalanan. ahmadyusuf81@gmail.com

  5. sugeng riyadi berkata:

    Thanks atas responya, admin yakin teriakan ini hampir membehana rata di bumi Rimbo Bujang, meski terpendam di batin setiap batin petani. Sementara DPRnya tenggelam dalam behana proyek2 Pemilu & bagaimana cari sangu sebelum digantikan oleh wajah-wajah baru..

  6. joemardipoetra berkata:

    duh karet, harga kau tidak bgeitu dihargai, sementara hampir separuh masyarakat sumatra sudah menaruh harap begitu besar padamu. harga murah, krisis pun sangat terasa. di mana peran pemerintah baik daerah maupun pusat. hampir semua orang di beralih ke tanam karet, ini adalah penanda betapa sejarah kelam kolonialisme masih menginggap di benak pemerintah yang dengan semena-mena menyeragamkan perihal perkebunan. pertanian pn kian berkurang dan tidak variatif. tindaki penyeragaman adalah tidak tepat di tengah ragam oksplorasi pertanian, perkebunan dan perairan yang mengisi detak jantung perekonomian masyarakat indonesia.

  7. rimbobujang berkata:

    Meskipun sejahtera saya akui bahwa rimbo bujang menjadi sarangnya monopoli yang sama sekali tidak manusiawi. permainan harga, kecurangan dalam timbangan dan macetnya pembangunan fisik yang tidak sebanding dengan pendapatan daerah tebo..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s