Tak Berkategori

Rimbo Bujang; Dahulu, Kini & ….


Harga karet dan kelapa sawit terjun bebas saudara, ini berarti musim paceklik sudah di depan mata. Ketiadaan perlindungan petani terhadap para tengkulak menjadi salah satu faktor utama hilangnya daya tawar petani terhadap kesulitan yang dihadapinya. Bagi para mahasiswa Rimbo Bujang di manapun berada maka ini waktunya untuk lebih mengetatkan ikat pinggangnya, melasi bapak ibune.

kemarin saya sempat pulang selama 3 bulan, yah mudik lebaran begitulah. Aku sempat terkesima memandang bagaimana monopolisme dan kapitalisme mendandani wajah Pasar Sarinah Wirotho Agung. Semua sama sekali berubah semenjak kutinggalkan wilayah ini setamat SMP dahulu. Ruko-ruko bermunculan bagai jamur di musim penghujan, pelebaran wilayah pasar dan lain-lainnya.

Sebagai akademisi saya agak menyesalkan tata kota yang ada, atau mungkin Pemda belum benar-benar menyakini akslerasi daerah ini?. Lihat saja bagaimana Sekolah SMPN 1 Rimbo Bujangku dahulu yang benar-benar karam oleh beton-beton tinggi, SMUN 2 Tebo yang dikepung terminal dan PKL dan yang tak kalah melasnya adalah Polsek Rimbo Bujang yang terlihat mungil di antara Ruko dan Kantor NU Rimbo Bujang. Kasihan Pak Polisi ya, bayangkan belasan aparat diserahi tanggung jawab melayani ribuan masyarakat. Kadang saya memahami mengapa jarang terdengar ada pencuri karet yang tertangkap dan diseret ke pengadilan karena sedemikian kompleksnya wilayah ini.

Semoga kita yang disempatkan Allah SWT untuk belajar dan melihat dunia luar kelak dapat memberikan kontribusi konstruktifnya pada wilayah tercinta ini. Padamu para pengelana asal Rimbo Bujang saya pesankan jangan banyak tidur dan ngeluyur ya, melas dong pada papi and mami kita yang sedang ketar-ketir atas anjloknya harga komoditi karet dan kelapa sawit.

Suwunย  sampun maos maqolah puniko, tanggapan panjenengan kulo ajeng-ajeng dateng kotak komentar utawi dateng email sr_indonesia@yahoo.co.id

Standar

17 thoughts on “Rimbo Bujang; Dahulu, Kini & ….

  1. Eko M. berkata:

    Iya mas sugeng. coba aja klo ada wktu smpean maen2 ke unit 1 siapa tau msh ada slh 1 pelaku sejarah brdirinya pasar klewer itu. dl ada teman jualan simbok q di jalan 15 unit 1.

  2. Sugeng Riyadi, SE berkata:

    oo.. begitu tho Mas Eko. Aku kebetulan sedang nulis buku tentang RB, judulnya: Rimbo Bujang dan Optik Masyarakatnya. Mungkin kedepan informasi ini bisa saya gali lebih dalam lagi. Oke?๐Ÿ˜€

  3. Eko M. berkata:

    Assalamu’alaikum. Duh.. Klo inget Pasar klewer/sarinah aq jd inget masa2 kcl di rimbobujang. Blh prcya blh tdk pasar klewer unit II itu trbntuknya tanpa sengaja. awal mulanya tmpat itu hanya tempat istirahat para ibu2 yg kelelahan sehabis keliling jualan singkong, daun singkong + batang singkong. kbanyakan ibu2 dri unit 1 yg pada jualan keliling krna unit 1 adalah unit yg prtma dihuni oleh transmigran. krna ditmpat istirahat td bnyk pmbeli yg datang, ke esokan hri dst bgitulah yg dilakukan para ibu2 pdagang td. Lambat laun tmpt itu jadilah sbuah pasar. nah slh 1 dri ibu2 itu adalah “si mbok” ku sndri.

  4. hai…anak rimbo pkbr ,g mna cwcny d cnyay,jagalah dan lestarikan keindahan daerah kita jangan ska bkin yg g’2 oky !!!,q dlu jg dri rimbo bujang.

  5. OPerator berkata:

    ya…ya…ya.. masalah foto memang bikin ribet. kirim ya foto zahra via attecment di yahoomail. masalah foto yang kurang gede gampang ntar kita zoom rame-rame

  6. mamas86 berkata:

    Wah kenapa gambar pasarnya KECIL banget… harusnya lebih besar. Kita kan juga pengin liat lebih jelas….๐Ÿ˜ฆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s