Tak Berkategori

Gus Miek; Seraut Wajah Kerinduan


 

 

 

 

N

ama itu kudengar tak lama semenjak aku bersila di Pesantren itu. Gus Miek,  pada awalnya hanya kisah-kisah penuh mistik yang dilekatkan teman-teman santri pada sosok beliau kala itu, pada malam-malam dimana kami berhalaqoh mengelilingi segelas kopi dan obrolan yang tak mengenal tepian. Malam-malam santri yang diarungi rutinitas yang selalu kurindui sampai kusendiri dikota Yogyakarta ini.

 

Dzikrul Ghofilin yang digelar pada setiap jelang malam Jum’at sedikit demi sedikit mulai menghantarkanku pada hal yang berbeda. Dari majelis dzikir itu aku semakin mengenal pemuda asa desa Ploso Mojo Kediri itu. Perjuangannya yang tak mengenal akhir, keagungan pribadi yang senantiasa menggetarkan pintu-pintu langit dan keteladanan yang mengharukan bagi setiap para pencari Tuhan.

 

Majelis Sema’an Al-Qur’an Mantab adalah salah satu ‘kitab’ yang menjadi karya Gus Miek. Suatu aktivitas dakwah bil hikmah dan mau’idhoh hasanah yang diamalkan oleh banyak umat Islam. Majelis ini memperdengarkan bacaan Al-Qur’an bil ghaib oleh para hafidz semenjak ba’da subuh sampai menjelang Isya’.

 

Hikmah perjalanan Gus Miek di dalam pengembaraannya sungguh menarik untuk dibaca dan diambil keteladanannya. Kerasnya pengabdian di bumi perjuangan dan benih-benih hijau pencerahan umat adalah sebagian makna yang melekat pada tokoh ini. Hal ini terbaca jelas apabila kita duduk bersila dipembaringan beliau di pemakaman Aulia Tambak sana. Bahkan penulis dapat merasakan bahwa dengan meneladani sosok ini, diri ini bagai serpihan manusia yang senantiasa jauh dari embun kebaktian di jalan Allah SWT. Semoga ruh beliau senantiasa dikasihi oleh Allah SWT dalam SyurgaNya yang sempurna.

 

                                                                                    Man Dzolamana linafsihi

                                                                                    Sugeng  Riyadi

 

 

 

 

Standar

7 thoughts on “Gus Miek; Seraut Wajah Kerinduan

  1. asalamualaikumm..

    saya adalah ponakan dari uwa saya kh solihin ilyas,,
    uwa saya adalah murud dari gus syarif,gus syarif adalah murid dari gus miek..

    dan saya jg ikut dzikir ghofilin setiap malam jum’at d tempat uwa saya,,

    banyak hal positif yg saya dapatkan setelah ikut dzikir ghpfilin ini..

  2. Ass…
    Ak cuma bisa berucap, gusmik adalah sosok auliya’ yang luar biasa, mkasih mas yadi, sering-sering ditulis sejarah perjalanan auliya, seperti mbah wasil syamsudi setono gedong kediri dll.
    Wssaa.

    • Sugeng Riyadi, SE berkata:

      😀 Thanks Kang Shofa.. dahulu sewaktu masih ngaji di Malang cerita yang kututurkan diatas kudengar dari Kyaiku, beliau salah satu santri yang mendampingi Gus Miek sewaktu menjelang mangkat di salah satu RS di Surabaya. Insya Alloh kedepannya akan kusertakan para Pejuang Panji Illahi yang lainnya..😀

  3. sugeng riyadi, SE berkata:

    yah memang begitulah, Nabi Agung Muhammad SAW pernah bersabda sebagaimana yang dipesankan oleh Gus Miek; kun ma’aLLah wa idza tastati’ kun ma’a man ma’aLLah. ‘sampaikanlah dirimu pada Allah, namun apabila kamu tidak sanggup maka sampaikanlah (dekatkanlah) dirimu pada orang yang dekat dengan Allah’. Saudara sangat beruntung memiliki sahabat seperti Gus Kamal, saya yakin pertemanan saudara sangat banyak menyimpan hikmah dan pelajaran bagi siapapun.

  4. Rachmadi Minton berkata:

    Saya mengenal cerita gus miek dari teman ngaji. bahwa didalam diri gus miek banyak keanehan2. peristiwa terjadi pada saat temanku pergi tuk mencari alamat pesantren gus miek. ternyata ditengah perjalanan jauh temanku itu kehabisan uang tuk melanjutkan perjalanannya kepesantren tsb. tiba2 ditengah gunung yang sepi ada gusmiek sdg menunggu temanku itu. dikasih tahu sama gus miek alamat pesantren yang dimaksud. setibanya dipesantren tsb gus miek sdh menunggu. sejak itu temanku jadi santrinya gus miek. dan dikenal dengan nama gus kamal asal depok lama, desa ratujaya rt 03/03.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s