Tak Berkategori

Taman Al-Qur’an Itu Bernama Krapyak


religionislam7Seorang remaja baru saja tiba di terminal Giwangan Yogyakarta, dua travel bag mengelayut mantap di kanan-kiri tangannya, dari pandangannya yang liar cukup menunjukan kalau pemuda tanggung ini adalah orang dari luar daerah yang baru menginjakan kakinya di bumi Mataram ini. Masih lekat dalam ingatan remaja ini tentang tanah Rimbo Bujang yang baru dua hari lalu ditinggalkannya, rindu itu mulai merayapi hatinya. Namun tekadnya untuk kuliah di kota pelajar ini lebih besar dari semua rasa rindu itu. Tujuh hari telah berlalu, namun pemuda itu masih berdiri di gerbang keluar dari pintu terminal. Ada apa gerangan? Ternyata dari sekian banyak angkutan umum yang ada di kota Yogyakarta tidak ada yang mengerti jalan menuju lokasi yang ditunjukkan sebagai maksud tujuannya datang ke kota ini, yaitu taman-taman syurga. Oh my God, opo tumon?


Remaja ini sangat menyadari betapa keringnya hidup di petak-petak kos-kosan. Hidup tanpa ada yang mengarahkan, baik induk semangnya, teman-temannya, buku kuliahnya atau bahkan pacarnya. Seks bebas, peredaran narkoba, minum-minuman keras dan lingkungan yang keras serta kantongnya yang senin-kemis untuk mengikuti gaya hidup teman-teman dalam pergaulannya. Remaja ini sadar bahwa banyak tikungan iblis pada sepanjang kos-kosan di Yogyakarta ini.

Tujuh hari yang malang, demi harapan dapat menjadi salah satu kembang di permainya taman syurga. Akhirnya jalan itu ditunjukan juga olehNya, melalui seorang renta penjaja dagangan di sebuah angkringan areal terminal. “ke Krapyak aja mas, di sana sampeyan bisa kuliah siangnya. Sementara malamnya mengikuti pengajian kitab-kitab yang membahas hukum Islam, qira’atul qur’an bahkan menghafalkan qur’an, hadits dan lainnya. Jaraknya ndak jauh dari sini koq, bisa ngojek maupun naik bis kota” ujar sosok renta itu dengan entengnya membuat batin remaja itu seolah mengangkasa atas penantiannya yang selama berhari-hari belakangan ternyata tak sia-sia.

Syahdan, pemuda Rimbo Bujang itu akhirnya menetap di Krapyak dan kuliah di salah satu Perguruan Tinggi.

Al-Qur’an Al-Kariim. Duh mau cerita tentang Qur’an aja koq ribet bangets ya Mas Sugeng ini? Intinya begini lho teman-teman..
Al-Qur’an itu wajib hukumnya bagi kita umat Nabi Muhammad SAW untuk mempelajarinya. Lah deneng bisa, keprewe sih? Lho iya sedulur.. kita khan tahu kalau syarat sahnya sholat kita adalah membaca surat Al-Fatihah, lha surat Al-Fatihah itu khan merupakan bacaan Al-Qur’an. Kalau bacaan Fatihah kita keliru tajwid dan makhrajnya, ya berarti sholat kita tersebut tidak sah dong.. oooo baru tahu ya? Makane ngaji mas.

Contohnya begini: di Fatihah itu ada ayat yang berbunyi إيّاك نعبد وايّاك نستعين yang kalo dibaca iyyaakana’budu wa iyyaakanasta’iin (lho tapi mas, koq ndak ada harokatnya sich? “ya itu tugasmu untuk belajar ilmu nahwu shorof thole, biar bisa baca tulisan arab yang gundul n botak” mbah Sugeng menjawab demikian). Dari satu ayat Fatihah ini saja kalo dibaca keliru, waaaah gaswat bangets. Pertama, kalo tasdid pada huruf ya’ nya ndak bibaca (membaca dengan: iyaa bukan iyyaa) maka apabila arti aslinya dari ayat Fatihah tersebut adalah kepadaMu aku menyembah dan kepadaMu aku memohon pertolongan karena tidak dibaca tasdid maka akan bermakna kepada sinar matahari aku menyembah dan kepada sinar matahari aku memohon pertolongan.. wuih..ngerii pool ya?. Dan kalo lafadz iyyaa dibaca pendek hanya satu alif maka artinya pun berubah menjadi kepada kanak aku menyembah dan kepada kanak aku memohon pertolongan. Perlu diketahui sodaraku, kanak itu adalah salah satu anak syetan yang lahir pada generasi pertama semenjak syetan menikah dengan jin. MasyaAlloh.. kalo yang ini naudzubillahi min dzalik dech…

Menimbang
Cerita mas Sugeng di atas (mekso bangets zaaa?)
Mengingat

keutamaan-al-quran

Memutuskan
1. Belajar membaca Al-Qur’an itu wajib bagi setiap umat Nabi Muhammad SAW.
2. Merekomendasikan bagi pendatang baru maupun luawaz untuk merujuk pada Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta (he..he..he..promosi itu dalam bahasa Arab diartikan Dakwah lho..)di dalam ngangsu kaweruh dalam hal ilmu Qur’an baik bil lafzhi maupun bil hifzhi.
3. Sing moco tulisan iki ngganteng tenan.

Mendoakan
Mugi-mugi serat puniko dados lantaran hidayahipun Pengeran kagem kulo njenengan lan minongko srono syafaatul qur’an benjang sak lebete dinten yaumil hisab. Amin.

Standar

2 thoughts on “Taman Al-Qur’an Itu Bernama Krapyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s