Tak Berkategori

Hariyanto Prasetyo; Penyair Rimbo Bujang


Mungkin, puisi itu hanyalah permainan kata. Kusebut mungkin karena bidang ini merupakan negeri asing bagi sel-sel otakku, baik sisi kanan maupun sisi kiri. Namun meski dengan pemahaman yang hanya terbatas mencapai beranda dunia puisi dan kepenyairan, perkenankan kulanjutkan editorial ini.

rotation-of-gus-salam

Hariyanto Prasetyo


Siapapun orangnya, Rimbo Bujang akan selalu dilalui dengan penilaian-penilaian skeptis yang hampir sepaham. Udara panas, jalan poros yang berkawah-kawah, pepohonan karet yang menjemukan dan kapitalisasi bumi yang inheren dengan eksploitasi waktu dan tenaga. Namun, siapa sangka bila ternyata di belahan bumi sisi barat Jambi itu juga melahirkan sosok penyair. Hariyanto Prasetyo, beliau kini bermukim di bilangan jalan Cintamanis desa Rimbo Mulyo kecamatan Rimbo Bujang. Pria kelahiran 14 April 1979 ini mulai terlihat ketajaman mata penanya semenjak pendidikan menengah atas. Sempat tercatat sebagai mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Andalas, setelah kemudian lebih memilih mengikuti alur untuk kembali ke Rimbo Bujang.

forum-penyair-muda

Ketika didaulat sebagai Pembicara pada Forum Penyair Muda di Taman Budaya Yogyakarta
pada 2-3 Februari 2007

Kini, Penyair muda yang tetap produktif ini masih berada di Rimbo Bujang, siapa sangka?. Tak banyak yang menduga bila di antara ribuan penduduk Rimbo Bujang ternyata ada juga sosok yang begitu bisa menggali dan menata kata demi kata untuk suatu makna.

Puisinya termasuk eksklusif untuk dipahami oleh kalangan awam. Ini kesan yang pertama kutangkap ketika sekali dua kesempatan membaca dan mencoba menginterprestasikan makna yang berkeliaran di dalam bait-bait puisinya. Apakah makna itu ada di atas langit, atau mengawang di udara; atau justru jauh di dasar bumi? Rumit menafsirkannya. Apa asbabul nuzul pangkal puisinya?, dan pada tokoh mana peruntukan baitu puisinya?, lalu ruang kosong pada puisinya seolah-olah mempersilahkan pembaca untuk mengisinya.

Pengetahuan sastra jelas dibutuhkan disini. Kehidupan Hariyanto Prasetyo yang membaur dengan alam sendirinya, sekali lagi seolah-olah menyerahkan pemaknaan puisi karyanya tersebut pada masing-masing kita sesuai pengalaman hidup dari masing-masing penutur bait puisinya.

rotation-of-foto681

Sang Penyair; bersama Linda Sang Bungsu yang turut mewarnai langgam karya puisinya

Atau mungkin karena terlanjur mengenali sosok ini dari sisi manusiawinya yang menyebabkan hakekat dan misi puisi-puisi Hariyanto Prasetyo terasa berat untuk ditafsirkan dari dalam? Namun yang pasti bait puisi karya penyair ini akan seketika menjadi satu bisikan pesan yang terekam meski dibaluri oleh barisan-barisan anak kalimat. Lihat saja karya-karyanya semacam: Tentang Kita, Langgam Laun, Jelaga Sisa Malam, Kau Berjaga, Seribu Musim, Kupu-kupu, Kanak-kanakmu. Kesan asing, sendiri dan kemudian berbisik akan segera merayapi sanubari para pembaca dan pendengarnya.

untitled2

Super Rimbo the Series; Suatu Epik Kepahlawanan coming soon

Ah.. di Rimbo Bujang ternyata puisi belum mati. Sosok seperti Hariyanto Prasetyo akan sangat dibutuhkan untuk menemukan makna-makna hidup yang masih sembunyi di antara perkebunan karet dan rerimbunan ilalang Rimbo Bujang. Puisinya yang berpeti-peti tertumpuk di ruang mihrabnya, di antara komputer dan buku-buku tua. Menyebabkan aku berpikir; seolah Penyair ini akan menyerang kita semua di suatu saat yang tepat nanti, dengan semua tumpukan mesiu puisi-puisinya. Sementara kita hanya bisa diam, melolong dan terpaku.

Sugeng Riyadi, SE MSI
Pesantren Krapyak, 20 Maret 2009
Yogyakarta
(Penulis adalah ekonom dan pemerhati budaya. Saat ini tercatat sebagai staff pengajar di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta)

Standar

6 thoughts on “Hariyanto Prasetyo; Penyair Rimbo Bujang

  1. Mbah di Kampung (Kampung..?) berkata:

    ๐Ÿ˜€ mbah baek-baek aja, wah… Rimbo Bujang bukan kampung cu.. wis rodo-rodo kutho๐Ÿ™‚.
    gimana kabar kuliahmu firman…?

  2. Sugeng Riyadi, SE berkata:

    Ayooo gimana nih Alumni SMAN 1 Rimbo Bujang Angkatan 97??!.. ada yang ngajak reunian tuh.๐Ÿ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s