Wong Telu Likur Unit Telu

Klenik: Suatu Stigma dan Apologi.


..hari gini masih percaya klenik dan mistik, ha ha ha rasional sedikit kenapa? Ingat lho kita ini muslim, kalangan akademisi lagi..” Kata-kata menyakitkan seperti ini kerap hinggap di telinga dan sejumlah akun milikku di jagad maya. Sinis, ringan namun menusuk hati. Dalam hati terkadang saya terbersit kata “Ayo coba tantang Allah SWT untuk menimpakan sesuatu yang kau anggap takhayul itu ke dalam hidupmu“. Tapi kata yang kutahan dan urung tersampaikan itu tak pula berujung kenyataan. Menstigma namun dalam hatinya manusia-manusia sempit ini tetap dicengkeram ketakutan akan fenomena sihir, jin dan alam ghaib lainnya. “Dasar sampah…” Teriak tetanggaku, makian ini tentu tidak ada kaitannya dengan diskursus di atas.

Islam dan Mistik
Mistik kupahami sebagai sesuatu yang secara asasi adalah abstrak bagi panca indera manusia.. bersambung.

Standar

One thought on “Klenik: Suatu Stigma dan Apologi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s