Tak Berkategori

Second Steps


Kota Atlas
Kamis, 4 Agustus 2011
Jika sebelumnya aku selalu menghindari siang dan merindukan malam. Jangan pernah kau kira di Semarang ini aku akan berubah, mustahil. Namun semenjak aku mencium wangi udara benderang siang dan kaki-kaki mungilku harus mengejar inspirasi dan informasi, sejak itulah aku punya persepsi yang baru tentang siang. Sebelumnya, terima kasih istriku tercinta. Ia yang mengenalkan bagaimana sebegitu berartinya tatkala hari siang, betapa berharganya jemari tanganku dan (mungkin) otak di kepalaku ini, betapa berharganya sang waktu.

AlhamduliLlah Penelitian kami mengenai ‘Optimalisasi Peranan Pondok Pesantren terhadap Pengembangan Bank Syariah’ yang mengambil setting di Kabupaten Banyumas, kelar sudah. Dan akhirnya aku, malam ini, terbaring di Kota Semarang ini. Mencoba mencari arti sang waktu tadi dengan menjadi bagian Auditor Madrasah Education Develoment Project (MEDP) yang dibesut oleh Asian Development Bank. Rinduku pada Naura, itu pasti. Namun bukan ruang ini harus kubabar semua, bukan?.

Second Steps. Inilah langkah ke dua. Kuceritakan padamu, tatkala yang lain telah lelap dalam pelukan pukul 02.00 wib malam. Semoga dua langkah ini akan tersudahi setelah trilyunan langkah yang terbentang bagiku nantinya, amin.

Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s